Prompt Engineering
Prompt Engineering 07: Iterasi dan Debugging Prompt
Prompt yang baik jarang jadi di percobaan pertama. Pelajari cara membaca pola kegagalan, mengubah satu hal per percobaan, membandingkan versi, dan mencatat prompt yang berhasil.

Menulis prompt mirip menulis kode: versi pertama jarang langsung sempurna. Bedanya, banyak orang memperbaiki prompt dengan cara coba-coba acak, yaitu menambah kalimat, mengganti kata, dan mengulang sampai "kebetulan bagus". Materi ini membahas cara yang lebih sistematis.
Yang akan dipelajari
- Membaca pola kegagalan
- Mengubah satu hal per percobaan
- Menguji dengan beberapa input, bukan satu
- Mencatat versi prompt
- Kapan memulai percakapan baru
Langkah 1: kenali jenis kegagalan
Sebelum memperbaiki, tentukan apa yang salah. Kegagalan umumnya masuk ke salah satu jenis ini:
| Jenis kegagalan | Gejala | Perbaikan yang biasanya berhasil |
|---|---|---|
| Salah paham tugas | Mengerjakan hal yang berbeda | Perjelas tugas di kalimat pertama |
| Kurang konteks | Hasil generik, tidak cocok situasimu | Tambahkan pembaca, tujuan, latar (materi 03) |
| Format salah | Isi benar, bentuk salah | Tentukan format atau beri contoh (materi 04–05) |
| Fakta salah | Klaim keliru atau dikarang | Berikan sumber, izinkan "tidak tahu" (materi 09) |
| Penalaran salah | Langkah logis keliru | Minta langkah bertahap, pecah tugas (materi 06) |
| Mengabaikan instruksi | Instruksi tertentu tidak diikuti | Pindahkan ke posisi yang menonjol, perjelas, jelaskan alasannya |
| Terlalu meniru contoh | Hasil seragam | Variasikan contoh (materi 04) |
Mengenali jenisnya mencegah perbaikan yang salah sasaran, misalnya menambah contoh format padahal masalahnya kurang konteks.
Langkah 2: ubah satu hal per percobaan
Jika kamu mengubah lima hal sekaligus dan hasilnya membaik, kamu tidak tahu perubahan mana yang berpengaruh. Lebih buruk lagi, satu perubahan bisa membantu sementara perubahan lain merusak.
Cara kerja:
- Simpan prompt saat ini sebagai versi 1.
- Buat satu perubahan yang menargetkan kegagalan yang sudah dikenali.
- Jalankan dan bandingkan.
- Jika membaik, simpan sebagai versi baru. Jika tidak, kembali ke versi sebelumnya.
Langkah 3: uji dengan beberapa input
Prompt yang berhasil untuk satu contoh belum tentu berhasil untuk yang lain. Siapkan 3–5 input uji yang berbeda, termasuk satu kasus sulit, dan jalankan setiap versi prompt pada semuanya.
Contoh untuk prompt "ringkas abstrak":
- Abstrak pendek dan jelas
- Abstrak panjang dengan banyak angka
- Abstrak yang tidak menyebut dataset
- Abstrak dari bidang di luar keahlianmu
Jika versi baru memperbaiki satu input tetapi merusak input lain, itu belum perbaikan. Materi 16 mengembangkan ide ini menjadi evaluasi yang lebih formal.
Langkah 4: catat versi prompt
Untuk prompt yang sering dipakai, simpan catatan sederhana:
## Prompt: ringkasan abstrak untuk ulasan jurnal
### v3 (dipakai)
[isi prompt]
- Perubahan: menambah aturan "tulis 'tidak disebutkan' jika dataset tidak ada"
- Alasan: v2 mengarang nama dataset pada abstrak #3
### v2
[isi prompt]
- Perubahan: menambah format tabel
Catatan ini menghemat waktu ketika kamu lupa kenapa sebuah kalimat ada di prompt, atau ketika ingin kembali ke versi yang lebih baik.
Langkah 5: tanyakan pada model
Model juga bisa membantu men-debug prompt:
Saya memakai prompt berikut, tetapi hasilnya selalu [jelaskan masalahnya].
Contoh hasil yang tidak saya inginkan ada di <hasil>.
Analisis kemungkinan penyebabnya dari isi prompt, lalu usulkan
versi perbaikan dengan perubahan sesedikit mungkin.
<prompt>...</prompt>
<hasil>...</hasil>
Perlakukan usulannya sebagai hipotesis yang tetap harus diuji, bukan jaminan.
Percakapan baru vs melanjutkan
| Situasi | Tindakan |
|---|---|
| Hasil hampir benar, perlu sedikit penyesuaian | Lanjutkan percakapan: "Bagus, tapi persingkat poin 3" |
| Model sudah "terjebak" pada interpretasi yang salah | Mulai baru dengan prompt yang diperbaiki |
| Sedang menguji versi prompt | Selalu mulai baru, agar percakapan sebelumnya tidak memengaruhi |
| Percakapan sudah sangat panjang | Mulai baru dan bawa ringkasan konteks yang penting |
Coba sendiri
Ambil satu prompt yang sering kamu pakai. Jalankan pada tiga input berbeda, catat kegagalannya dengan tabel jenis kegagalan di atas, lalu lakukan maksimal tiga iterasi dengan satu perubahan per iterasi.
Kesalahan yang sering terjadi
| Kesalahan | Akibat |
|---|---|
| Mengubah banyak hal sekaligus | Tidak tahu perubahan mana yang berpengaruh |
| Menguji hanya dengan satu input | Prompt "berhasil" tetapi gagal di kasus nyata |
| Menambah instruksi terus-menerus | Prompt menjadi panjang, bertentangan, dan sulit dipelihara |
| Menguji di percakapan yang sama | Hasil dipengaruhi percakapan sebelumnya |
| Tidak menyimpan versi yang berhasil | Sulit kembali ketika perubahan berikutnya merusak |
Latihan
- Prompt "Terjemahkan abstrak ini ke bahasa Inggris akademik" menghasilkan terjemahan yang bagus, tetapi istilah teknis seperti "citra panoramik" diterjemahkan berbeda-beda di setiap percobaan. Apa jenis kegagalannya dan perubahan apa yang akan kamu coba?
- Kamu sudah memperbaiki prompt dan hasil untuk input A membaik, tetapi input B memburuk. Apa yang sebaiknya kamu lakukan?
- Prompt-mu sudah 600 kata dengan 25 aturan, dan model mulai mengabaikan sebagian aturan. Usulkan cara membenahinya.
Contoh jawaban
Latihan 1
Jenisnya konteks kurang (model tidak tahu istilah baku yang kamu pakai). Perubahan pertama: tambahkan glosarium.
Gunakan padanan istilah berikut secara konsisten:
- citra panoramik → panoramic radiograph
- segmentasi gigi → tooth segmentation
- anotasi → annotation
Alasannya: satu perubahan yang langsung menargetkan masalah. Jika masih tidak konsisten, baru coba perubahan lain.
Latihan 2
Jangan langsung memakai versi baru. Analisis perbedaan A dan B: kemungkinan perubahan itu terlalu spesifik untuk A. Coba perubahan yang lebih umum, atau tambahkan aturan yang membedakan kedua kasus. Uji ulang pada semua input, tidak hanya A dan B.
Latihan 3
Beberapa langkah: (1) gabungkan aturan yang mirip dan hapus yang tidak lagi diperlukan (uji apakah hasil berubah tanpa aturan tersebut); (2) kelompokkan aturan dengan subjudul atau tag; (3) ubah daftar larangan menjadi deskripsi hasil yang diinginkan; (4) jika tugasnya memang kompleks, pecah menjadi rantai prompt (materi 06); (5) tambahkan satu atau dua contoh yang mewakili banyak aturan sekaligus.
Alasannya: prompt panjang dengan banyak aturan cenderung saling bertentangan dan menenggelamkan aturan yang penting. Prompt yang lebih ringkas dan terstruktur lebih mudah diikuti dan dipelihara.
Discussion (0)
We store your optional name, your comment, and technical hashes (not your raw IP address) to prevent spam. A functional cookie lets you edit or delete your own comments from this browser. To request deletion, use the contact page.
No comments yet. Start the discussion.